Friday, February 7, 2014
Thursday, February 6, 2014
My Wedding : Burda Night n' Sammar
Burda Night atau kalau di Indonesia itu lebih dikenal dengan malam Mappacing, semacam tradisi yang dilakukan untuk wanita sebelum besoknya dia menikah. Nahh..berhubung saya adalah keturunan Arab, jadi kita mengenalnya dengan istilah Malam Burda. Sebenarnya sama aja dengan Mappacing, tapi di kita malam Burda adalah dimana pengajiannya itu membaca semacam Qasidah-qasidah atau Shalawat yang ditujukan untuk memuji Nabi Muhammad SAW.
Ada juga istilah Sammar atau Malam Samrah. Kalau yang ini ditujukan
untuk pria. Kalau malam Burda itu yang hadir hanyalah wanita tidak boleh
ada laki-laki. Kalau malam Samrah isinya laki-laki dan perempuan.
Hiburannya nyanyian lagu Arab sambil diiringi tarian-tarian Arab yang
ujungnya sang calon pengantin pria nanti akan dikerjain abis-abisan oleh
saudara dan teman2nya.. Setelah itu, calon mempelai pria akan diangkat
atau istilahnya Handolo sampai teman2nya puas untuk mengerjainya...
Tradisi adalah tradisi.. Dan Indonesia adalah tempatnya sejuta tradisi..
Salam,
Luwuk, 6 Januari 2014
Tuesday, June 4, 2013
Muslimah, Kemana Kan Kau Bawa Cantikmu?
Wanita mana yang tidak ingin terlihat cantik? Semua wanita pasti ingin terlihat cantik di mata setiap orang. Apakah kita harus mengumbar kecantikan yang kita miliki kepada orang lain? Wahai saudariku muslimah, kalian begitu cantik, oleh karena itu hiasilah kecantikanmu dengan balutan yang bisa menutupi aurat kita. Terutama di zaman saat ini, yaitu zaman penuh fitnah. Banyaknya kaum wanita yang berlomba-lomba untuk menonjolkan kecantikannya dan mempertontonkan auratnya di depan khalayak ramai. Oleh karena itu Allah telah memerintahkan kita untuk menjaga aurat kita dengan mengenakan hijab sesuai dengan syar’i, agar terhindar dari gangguan-gangguan laki-laki asing yang bukan mahram dan lebih menjaga kehormatan seorang wanita.
“Dan tidaklah patut bagi laki laki yang mu’min dan tidak (pula) bagi wanita yang mu’minah apabila Allah dan rasul Nya telah menetapkan suatu ketetapan ,tidak akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka .dan barang siapa yang mendurhakai Allah dan rasul Nya maka sungguh dia telah sesat dengan kesesatan yang nyata.” (Qs Al Ahzaab: 36)
“Katakanlah pada wanita wanita yang beriman; ‘’hendaknya mereka menahan pandangan mereka dan menjaga kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan nya kecuali apa yang biasa tampak dari padanya dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung kedada mereka” (Qs An Nuur: 31)
“Wahai para nabi katakanlah kepada istri istrimu, ,anak-anak perempuanmu dan istri istri orang-orang mukmin; ‘Hendaklah mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuhnya. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.’” (Qs Al Ahzaab: 59)
Didalam ayat ini Allah ta’ala menyebutkan tentang kata “jilbab”. Makna jilbab yaitu pakaian longgar yang menjulur, menutupi kepala sampai dibawah mata kaki, ada yang mengatakan; yaitu selimut yang menutupi atau kain longgar yang menutupi wanita berupa kain longgar yang melilit tubuhnya. Kebanyakan ulama tafsir berpendapat bahwa jilbab adalah yang menutupi kepala, sebagaimana yang dikutip dari Imam At-Thabarii dalam tafsir nya dari Ibnu Abbas, Qatadah, Hasan Al Bashri, Said Ibnu Jubair, Ibrahim An-Nakha’i, dan Atha’ bin Abi Rabbah .
Dalil dari as-sunnah tentang wajibnya jilbab diantaranya yaitu :
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dua golongan yang termasuk penghuni neraka Mail (nama neraka) yaitu, wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang yang membuat hati jadi terfitnah, kepala-kepala mereka seperti punuk-punuk unta, mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, padahal bau surga dapat tercium dari jarak yang sekian dan sekian.” (HR. Muslim)
Dari Ummu Atiyyah radhiyallahu ‘anha berkata : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kami untuk mengeluarkan anak-anak wanita perawan dan wanita-wanita menikah pada hari raya ‘idhul fitri dan ‘adha , adapun wanita-wanita yang haidh mereka menjauh dari tempat shalat dan menyaksikan kebaikan dan da’wah kaum muslimin. Maka saya berkata, ‘Wahai Rasulullah salah seorang dari kami tidak mempunyai jilbab?’ Maka beliau berkata, ‘Hendaknya salah seorang saudaranya meminjamkan jilbabnya.’ (HR Bukhari dan Muslim)
Dan begitu pula para ulama dan mujtahid sejak jaman Rasulullah dan para sahabatnya serta tabi’in hingga para ulama jaman kita sekarang semuanya bersepakat tentang wajibnya hijab (jilbab) yang menutupi seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan (menurut sebagian pendapat) bagi wanita.dan menyelisihi atau melanggar perintah Allah dan Rasul-Nya merupakan penentangan. Padahal Allah ta’ala bersabda :
“Barang siapa yang menentang Allah dan Rasul-Nya setelah datang kebenaran padanya dan mengikuti jalan selain jalannya kaum mu’minin .Kami biarkan dia pada kesesatannya dan Kami masukkan ia kedalam jahannam dan jahannam itru seburuk buruk tempat kembali.” (Qs An Nisa: 115)
Selengkapnya baca di http://muslimah.or.id/keluarga/muslimah-kemana-kan-kau-bawa-cantikmu.html
Sunday, June 2, 2013
Perawatan Kulit Wajah Menjelang Pernikahan
Persiapan pernikahan jangan sampai membuat lupa merawat diri. Agar cantik bersinar saat hari bahagia, perhatikan beberapa langkah perawatan wajah ini.
Perawatan Dasar
Banyak wanita melupakan perawatan umum dan rutin seperti membersihkan wajah pada pagi hari, menggunakan tabir surya, pelembap, dan membersihkan wajah sebelum tidur. Padahal, itu semua merupakan kunci kulit yang sehat.
Selain itu, sebaiknya gunakan scrub wajah paling tidak seminggu sekali untuk membuang kulit mati yang tersisa. Lanjutkan kebiasaan baik seperti minum air 8-10 gelas sehari, tidur yang cukup, berhenti merokok dan banyak mengonsumsi sayur serta buah.
Perawatan tambahan
Perawatan tambahan idealnya dimulai sekitar 5 bulan sebelum menikah. Waktu yang cukup panjang tersebut bisa memberikan manfaat yang maksimal dan jangka panjang pada kulit. Ada dua hal yang perlu diperhatikan saat perawatan wajah. Pertama, memperbaiki masalah kulit seperti jerawat, noda pada kulit, atau kulit kusam. Kedua, meningkatkan penampilan kulit seperti memperbaiki tesktur kulit dan membuat kulit lebih cerah. Biasanya ada beberapa perawatan yang akan disarankan dokter kulit Anda selain penggunaan beberapa krim wajah secara teratur.
a. Peeling
Peeling atau pengelupasan kulit wajah sering ditawarkan sebagai salah satu perawatan menjelang nikah untuk membuat kulit terlihat lebih berkilau. Peeling dengan bahan kimia yang kerap ditawarkan di dokter kulit atau pusat kecantikan cenderung menimbulkan kulit kemerahan, karena itu paling lambat perawatan ini dilakukan setidaknya 2 minggu sebelum hari pernikahan.
b. Mikrodermabrasi
Salah satu perawatan lain untuk meremajakan kulit adalah dengan mikrodermabrasi. Metode ini menggunakan kristal halus yang berfungsi sebagai semacam scrub untuk mengangkat kulit mati sehingga kulit terlihat lebih cerah. Jika Anda berniat menggunakan perawatan ini, lakukan secara teratur sampai paling tidak 3 minggu sebelum Hari-H untuk hasil yang maksimal.
c. Facial
Facial berfungsi mengangkat komedo dan membersihkan kulit. Wajah kemerahan akibat pembersihan komedo dan jerawat merupakan efek umum yang muncul usai facial. Karena itu, lakukan facial yang ditutup dengan perawatan masker setidaknya seminggu sebelum Hari-H.
d. Cabut alis dan Rambut halus (Tidak disarankan untuk Muslimah)
Rambut halus di wajah seringkali menjadi pemandangan yang menganggu. Gunakan metode penghilangan bulu dengan laser (IPL) atau waxing untuk hasil yang maksimal. Lakukan paling tidak seminggu sebelum untuk menghindari efek iritasi usai perawatan.
Untuk cabut alis, tak ada salahnya Anda melakukannya di salon profesional. Sering kali perias pengantin tidak memiliki banyak waktu untuk memotong rapih alis Anda sehingga setelah rias wajah pengantin Anda dihapus, seringkali bentuk alis terlihat terpotong atau tidak rapih.
e. Masker
Masker wajah merupakan kegiatan yang menyenangkan dan bisa Anda lakukan sendiri di rumah. Masker wajah bisa membuat kulit cerah alami dan mengangkat sel-sel kulit mati yang membuat kulit terlihat kusam. Anda bisa menggunakan masker wajah alami buatan sendiri dari buah-buahan atau masker yang tersedia di toko. Lakukan perawatan ini secara teratur paling tidak satu minggu sekali untuk hasil yang maksimal. Pilih masker yang sesuai dengan jenis kulit dan bisa membantu mengurangi masalah kulit Anda seperti jerawat atau kulit berminyak.
TIPS:
1. Konsultasikan dengan ahli kesehatan yang mengerti kondisi kulit Anda sebelum memilih perawatan. Jangan melakukan percobaan pada kulit Anda untuk menghindari masalah kulit.
2. Perawatan kulit umumnya tidak memberikan hasil instan. Lakukan perawatan secara berkala mulai dari paling tidak 3-6 bulan menjelang Hari-H.
3. Jika Anda memiliki kulit sensitif, sebaiknya minta perias Anda untuk melakukan tes make-up terlebih dahulu. Jangan sampai hari bahagia Anda terganggu karena reaksi kulit yang tidak cocok terhadap make-up yang digunakan.
4. Paling penting diperhatikan adalah jangan mengganti atau bereksperimen dengan wajah Anda satu bulan sebelum Hari-H. Walau banyak saran dan masukan dari teman atau kerabat sebaiknya lanjutkan perawatan wajah Anda jika sudah memberikan efek yang baik. Perubahan secara mendadak berisiko menimbulkan iritasi dan gangguan kulit yang membutuhkan waktu pemulihan cukup lama.
5. Terakhir, pastikan Anda bisa mengatur waktu dan masalah agar tidak menimbulkan stres. Stres memicu perubahan hormon yang berakibat kurang baik pada kulit. Di sela kesibukan mempersiapkan pernikahan, jangan lupa lakukan kegiatan relaksasi, yoga, atau olahraga ringan yang baik untuk membuat kulit sehat alami dari dalam.
Friday, May 31, 2013
Teguran Halus Suami Kepada Istrinya
Diary Seorang Suami Yang Berisi
Teguran Halus Kepada Istrinya
Istriku tercinta, aku menulis catatan ini sebagai bukti cintaku
kepadamu dan keridhaanku menerimamu sebagai istri, aku telah menambatkan
cintaku untukmu. Dalam hatiku berkata, inilah wanita yang bisa menjadi ibu
anak-anakku dan cocok menjadi istriku. Inilahmawaddah dan sakinah, inilah raihanah rumahku.
Aku bimbing tanganmu bersama-sama mengarungi samudera dengan bahtera
rumahtangga, menuju ke pantai yang penuh kedamaian di sisi Ar Rabb Ar Rahman.
Akan tetapi tiba-tiba datang topan badai menghalangi jalan kita,
angin bertiup kencang. Kalau kita berdua tidak segera sadar niscaya kita akan
kehilangan kendali bahtera dan kita akan tersesat arah. Aku berkata dalam hati:
tidak! Aku tidak akan membiarkan bahtera ini karam. Maka aku pegang penaku dan
aku buka lembaran kertasku. Lalu aku tulis teguran halus ini dari seorang
kekasih kepada kekasihnya.
Istriku tercinta tidakkah engkau ingat pada awal pernikahan kita
dahulu engkau adalah lambang kecantikan, kemudian aku tidak mengerti mengapa
penampilanmu sampai pada taraf demikian parah, awut-awutan dan tak enak
dilihat. Apakah engkau lupa bahwa termasuk salah satu sifat wanita shalihah
apabila suaminya memandang kepadanya niscaya akan membuat senang.
Sayangku, tidakkah engkau ingat, berulang kali engkau
mengungkit-ungkit jasamu kepadaku, menyebut-nyebut kewajiban-kewajiban
rumahtangga yang telah engkau lakukan untukku, pelayanan yang telah engkau
berikan kepada tamu-tamuku dan dalam melayani kebutuhanku, apakah engkau lupa
firman Allah subhanahu wa ta’alla :
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu
menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti
(perasaan si penerima).” (Qs Al Baqarah: 264)
Tidakkah engkau ingat wahai kekasihku, berapa kali kita telah
saling berjanji pada saat-saat pernikahan bahwa kita akan saling bahu membahu
dalam ketaatan, mengemban dakwah kepada agama Allah, berikrar bahwa kita akan
fokus kepada masalah ummat islam dan mendidik anak-anak kita dengan pendidikan
islami, tetapi relitanya kita sibuk mengikuti perkembangan mode, hanyut
mengikuti cerita-cerita, kisah-kisah, pernak-pernik dan mengejar harta darimanapun
sumbernya.
Sayangku, tidakkah engkau ingat seringnya engkau menggerutu,
tidak qana’ah (puas)
menerima rejeki yang telah Allah berikan kepada kita. Haruskah aku menjalani
usaha yang haram demi mewujudkan keinginanmu? Apakah engkau sudah lupa kisah
wanita yang berkata kepada suaminya: “Bertaqwalah
engkau kepada Allah dalam memperlakukan kami, sungguh kami bisa menahan lapar
namun kami tidak akan sabar menanggung panasnya api neraka.”
Ingatkah dirimu betapa sering aku bangun dari tidurku dibagian akhir
malam, ternyata aku dapati engkau sedang asyik menonton film dan musik.
Bukankah lebih baik engkau berdzikir mengingat Allah dan mengerjakan shalat
malam dua rakaat sementara manusia sedang lelap tertidur dikegelapan kubur.
Atau minimal engkau segera berangkat tidur agar esok tidak terluput shalat
fajar.
Sayangku, ingatkah dirimu ketika engkau keluar dari rumah tanpa
seizinku untuk mengunjungi keluargamu dan ketika engkau memasukkan temanmu si
fulanah ke dalam rumahku padahal aku telah melarangmu memasukkannya ke dalam
rumah! Lupakah dirimu bahwa itu merupakan hakku!
Kekasihku, ingatkah dirimu ketika keluargaku datang mengunjungiku,
demikian pula teman-temanku, namun aku lihat engkau menampilkan wajah muram,
berat langkah kakimu dan bermuka masam!Memang engkau telah menghidangkan kepada
mereka makanan yang lezat dan mengundang selera akan tetapi semua itu tiada
artinya karena muka masammu itu! Bukankah engkau mengetahui sebuah pepatah: ‘
Temuilah aku tetapi jangan beri aku makan!’
Sayangku, aku senantiasa mengatakan kepadamu dengan sepenuh hatiku
bahwa aku mencintaimu.
Aku berharap kita bersama-sama dapat meraih ridha Ar-rahman.
Barangkali aku juga banyak melakukan kesalahan dan mengabaikan
hakmu. Dan barangkali aku tidak menyadari kekuranganku dalam melaksanakan
kewajiban terhadapmu dan dalam menjaga perasaanmu.
Aku memohon kepadamu agar membalas risalah ini, silakan ungkapkan
apa yang terbetik dalam benakmu. Bukankah tujuan kita berdua adalah satu. Kita
telah menumpang bahtera yang satu dan tujuan kita juga satu. Tujuan kita adalah
selalu bersama-sama di dunia dan di akhirat di jannah ‘And. Jangan engkau
biarkan angin badai menghantam kita sehingga membuat kita tersesat jalan.
Thursday, May 23, 2013
Monday, May 20, 2013
Menengok Fatwa MUI tentang Produk Perawatan Kecantikan
Fatwa MUI Tentang Penggunaan Plasenta Manusia Untuk Obat dan
Kosmetika
Sumber: Berita Iptek
Topik: Kedokteran Tags: Fatwa MUI, Kosmetika, Obat, Plasenta
Manusia
Kali ini MUI menyorot salah satu penggunaan organ tubuh manusia,
plasenta, untuk obat dan kosmetika yang kini dijumpai pada berbagai produk di
tanah air. Bagaimana fatwa MUI menanggapi masalah ini?.
Di televisi sering kita jumpai iklan produk kecantikan atau
kesehatan yang tanpa kita sadari menggunakan plasenta sebagai bahan baku
utamanya. Plasenta diyakini dapat berfungsi untuk untuk regenerasi sel-sel
tubuh sehingga dapat mempertahankan kulit agar tetap sehat, segar, muda dan
cantik.
Tak hanya itu, plasenta ternyata juga mampu mengembalikan
kemulusan kulit akibat luka atau penyakit kulit. Hal ini disebabkan karena
didalam plasenta tersebut mengandung sel-sel muda yang sedang tumbuh dan
berkembang. Tetapi darimana plasenta tersebut berasal?.
Plasenta merupakan zat nutrisi yang digunakan oleh janin selama
masa pertumbuhan dan perkembangannya. Plasenta ibarat lumbung makanan bagi bayi
yang masih di dalam perut. Ketika bayi telah lahir, maka ia akan segera
membutuhkan ASI untuk mencukupi energi dan pertumbuhannya. Akan tetapi selama
ia berada di dalam kandungan, plasenta merupakan satu-satunya sumber makanan
baginya.
Plasenta ini ada hampir pada semua makhluk hidup yang hamil di
dalam dan menyusui anaknya (mamalia), termasuk manusia. Di Indonesia, plasenta
lebih dikenal dengan sebutan ari-ari. Ari-ari keluar dari perut ibu bersamaan
dengan proses kelahiran bayi.
Plasenta yang sering digunakan untuk kosmetika atau produk
kesehatan tersebut dapat berasal dari plasenta hewan (kambing, sapi, dan
lain-lain) atau dari plasenta manusia.
Yang paling banyak digunakan justru plasenta manusia yang banyak
terdapat di rumah sakit atau rumah bersalin. Penggunaan organ tubuh manusia ini
bukan hanya terjadi di luar negeri, tapi juga sudah dikembangkan di tanah air.
Meski kebanyakan bukan untuk produk pangan, akan tetapi
penggunaan organ tubuh atau setidak-tidaknya bagian dari kehidupan manusia ini
menimbulkan pro dan kontra. Selain itu, dari segi peradaban, yang lebih penting
bagi umat Islam adalah halal atau tidaknya penggunaan plasenta atau organ tubuh
lain dari manusia.
Dalam rangka memberikan kejelasan pada masyarakat luas dan
menghindari kesalahpahaman, secara khusus MUI dalam Munas yang lalu telah
membahas masalah ini secara khusus. Hal ini menurut MUI karena banyaknya
desakan dan keresahan yang timbul di masyarakat akibat pro dan kontra
penggunaan organ tubuh manusia tersebut.
Melalui Keputusan Fatwa MUI No.2/MunasVI/MUI/2000 ditetapkan
hal-hal berikut :
1. Yang dimaksud dengan : (a) Penggunaan obat-obatan adalah
mengkonsumsinya sebagai pengobatan, dan bukan menggunakan obat pada bagian luar
tubuh; (b) Penggunaan air seni adalah meminumnya sebagai obat; (c) Penggunaan
kosmetika adalah memakai alat kosmetika pada bagian luar tubuh dengan tujuan
perawatan tubuh atau kulit , agar tetap atau menjadi baik dan indah. (d)
Al-Istihalah adalah perubahan suatu benda menjadi benda lain yang berbeda dalam
semua sifat-sifatnya dan menimbulkan akibat hukum: dari benda najis atau
Mutanajjis menjadi benda suci dan dari benda yang diharamkan menjadi benda yang
dibolehkan (mubah).
2. Penggunaan obat-obatan yang mengandung atau berasal dari
bagian organ tubuh manusia, hukumnya adalah haram. Kecuali dalam keadaan
darurat dan diduga kuat dapat menyembuhkan menurut keterangan dokter ahli
terpercaya.
3. Penggunaan air seni manusia hukumnya adalah haram. Kecuali
dalam keadaan darurat dan diduga kuat dapat menyembuhkan menurut keterangan
dokter ahli terpercaya.
4. Penggunaan kosmetika yang mengandung atau berasal dari bagian
organisme manusia, hukumnya adalah haram. Kecuali setelah masuk ke dalam proses
Istihahalah.
5. Menghimbau kepada semua pihak agar sedapat mungkin tidak
memproduksi dan menggunakan obat-obatan atau kosmetika yang mengandung unsur
bagian organ manusia, atau berobat dengan air seni manusia.
Untuk kaum muslimin, tentunya lebih berhati- hati dalam membeli
produk-produk yang rawan plasenta atau pun menggunakan bagian dari organ tubuh
manusia lainnya. Dan hal ini tentunya membuat kita lebih waspada lagi, semoga.
Friday, May 17, 2013
Sebuah Tanda Cinta…Bagi Wanita Perindu Firdaus-Nya #2
Ujian demi ujian pasti kan menghadangmu di luar
sana. Tetaplah tegak bertahan! Jangan tumbang hati dan ragamu karenanya!
Tunggulah, suatu saat nanti kan tiba, ketika kesukaran itu menjadi manis
akhirnya.
Allah ‘Azza wa
Jalla berfirman,
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (Qs. Al-Insyirah: 5-6)
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (Qs. Al-Insyirah: 5-6)
“Allah kelak akan
memberikan kelapangan sesudah kesempitan.” (Qs. Ath-Thalaq: 7)
Ingatlah…bahwa Allah
tidak akan menguji di luar kesanggupan seorang hamba. Kau tahu apa maksudnya?
Jika Allah mengujimu dengan cobaan yang tak kau suka, Dia mengerti bahwa kau
sanggup mengampunya. Kini yang harus kau pikir justru bagaimana cara “lulus”
dengan hasil memuaskan atas ujian-Nya. Maka, kunci jawaban ujian itu terletak
dalam sabar, doa, tawakkal, dan ridha atas takdir-Nya.
Tengoklah kisah saudari
kita Fulanah yang diboikot, tidak diakui sebagai anak, dibakar jilbabnya dan
dianiaya raganya…atau nasib ‘Allanah yang dinikahkan secara paksa dengan lelaki
yang tidak diketahui bagaimana akhlaknya, hanya karena wanita ini ingin
mempertahankan hijab syar’inya. Di luar sana masih banyak yang nasibnya jauh
lebih tragis dari pada Fulanah dan ‘Allanah ini. Lalu, apakah orang-orang di
sekitarmu memperlakukanmu sebegitunya? Tidak! Lihatlah, ujianmu ini belum
seberapa dibanding mereka. Di manakah Sumayyah, Aasiyah, dan wanita mukminah
penggenggam bara api masa kini itu berada? Tidak usah kau jadi wanita cengeng
yang mudah luluh lantak hanya karena cobaan yang mendera! Justru jadikanlah
ujian ini sebagai tempaan iman dan takwa. Bukankah intan berpendar kilaunya
setelah digosok dan ditempa dengan suhu tinggi sedemikian rupa?! Maka, jadilah
dirimu laksana intan kokoh nan berkilau indah setelah melewati tempaan ujian
hebat dari-Nya.
Jika sedih dan letihmu
beradu, tentu kau tahu sebaik tempatmu mengadu.
Panjatkan aduan dan doa
di tengah malam yang syahdu,
dan pada waktu besar
kemungkinan terkabulnya doamu…
bukan malah mengiba
orang lain mengasihanimu!
Ingatlah…masih ada Allah
sebagai tempat bergantung, tempat mengadu,
tempat memohon, yang kan
menolongmu.
Masih ada Al-Qur’an yang
bisa menawarkan gundah dan dukamu.
Masih ada As-Sunnah yang
menjadi lentera petunjuk untuk menerangi waktu kelabumu.
Masih ada buku-buku
sumber ilmu yang bisa menjadi teman setia dalam diam sendirimu.
Masih ada kisah-kisah
perjuangan menegakkan dinul Islam dari umat terdahulu yang bisa menjadi
penghiburmu.
Tak lupa kuingatkan
bahwa masih ada kami saudari-saudarimu, yang sedia berbagi laramu dan berada di
sisimu untuk menyokong bahumu melalui masa sulit itu.
Allah ‘Azza wa
Jalla berfirman,
“Dan semua kisah para
Rasul yang Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami
teguhkan hatimu, dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta
pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman.” (Qs. Hud: 120)
Tunjukkan dengan akhlak
mulia, tentang kebenaran ajaran yang kau bawa…bahwa dahulu Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam dan 3 generasi terbaik umat ini meniti jalan di
atasnya, dengan perbuatan yang sama. Suguhkan senyum di muka, haturkan salam
hangatmu dan santun budimu bagi mereka. Bergaulah apik di tengah masyarakat,
selama kelakuanmu bukan maksiyat pada Sang Pencipta. Lebih-lebih jika kau punya
limpah makanan yang ada, bagikanlah pada tetangga. Betapa cermin akhlak mulia,
dapat mengalahkan rangkaian huruf dan seruan kata.
Patrikan pada jiwa,
ikhlaskan niatmu….bersihkan niat dari kotoran sum’ah dan riya. Hanyalah ridha
dan Firdaus-Nya yang kau pinta…bukan malah ridha manusia yang kau puja! Maka,
biarkan orang hendak berkata apa, yang pasti kau titi jalan kebenaran itu
hingga nyawa terlepas dari raga. Tidak usah kau ragu akan janji-Nya….kelak,
kau kan kecap indahnya surga -insyaallah-, duduk bertelekan di
dipan-dipan dan menenggak minuman dari gelas piala yang bening laksana
kaca, mengenakan pakaian indah dari sutra hijau warnanya. Akan tetapi,
kau harus tahu….jalan menuju surga penuh dengan hal yang berat dan sulit
dilakukan jiwa.
Allah Subhanahu
wa Ta’ala berfirman,
“Dan Dia memberi balasan
kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutera, di
dalamnya mereka duduk bertelekan di atas dipan, mereka tidak merasakan di
dalamnya (teriknya) matahari dan tidak pula dingin yang bersangatan. Dan
naungan (pohon-pohon surga itu) dekat di atas mereka dan buahnya dimudahkan
memetiknya semudah-mudahnya. Dan diedarkan kepada mereka bejana-bejana dari
perak, dan piala-piala yang bening laksana kaca, (yaitu) kaca-kaca (yang
terbuat) dari perak yang telah mereka ukur dengan sebaik-baiknya.” (Qs. Al Insan: 12-16)
Allah ‘Azza wa
Jalla berfirman,
“Mereka itulah
(orang-orang yang) bagi mereka surga ‘Adn, mengalir sungai-sungai di bawahnya;
dalam surga itu mereka dihiasi dengan gelang emas dan mereka memakai pakaian
hijau dari sutera halus dan sutera tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar
di atas dipan-dipan yang indah. Itulah pahala yang sebaik-baiknya, dan tempat
istirahat yang indah.” (Qs.
Al-Kahfi: 31)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu
‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau
bersabda :
“Dalam surga terdapat
seratus derajat yang Allah persiapkan bagi para mujahidin di jalan-Nya, yang
jarak antara setiap dua tingkatan bagaikan antara langit dan bumi. Maka, jika
kalian meminta kepada Allah, mintalah surga Firdaus, sebab Firdaus adalah surga
yang paling tengah dan paling tinggi, di atasnya ada singgasana Ar-Rahman, dan
dari sanalah sungai-sungai surga memancar.” (HR. Al-Bukhari no. 7423)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu
‘anhu , sungguh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,
“Neraka itu dihijab
(dipagari/dikelilingi) dengan syahwat, sedangkan surga dihijab dengan hal-hal
yang tidak menyenangkan (dibenci).” (HR. Al-Bukhari no. 6487)
Allah Subhanahu
wa Ta’ala berfirman,
“Sesungguhnya
orang-orang yang mengatakan, “Rabb kami ialah Allah” kemudian mereka istiqamah
pada pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan
mengatakan),
“Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan
bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah
kepadamu”” (Qs. Fushilat: 30)
“Maka tetaplah
istiqamah kamu sebagaimana yang diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang
telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia
Maha Melihat apa yang kalian kerjakan.” (Qs. Hud: 112).
Ingatlah selalu…ada Dzat
Yang Maha Kuasa membolak-balik hati para hamba-Nya. Maka, mohonlah kemudahan
atas kesulitan perkaramu pada-Nya, pintalah taufik-Nya bagimu dan bagi mereka,
berharaplah agar ujianmu dapat mengangkat derajatmu dan menggugurkan dosa, tak
lupa pula panjatkanlah doa agar segala jerih payah kesabaran, ketawakkalan dan
keridhaanmu akan takdir-Nya berbuah pahala dan berbalas surga.
♥ Dariku…yang
mencintaimu karena-Nya ♥
muslimah.or.id
penulis: Fatihdaya Khairani
Murajaah: Ustadz Ammi Nur Baits
penulis: Fatihdaya Khairani
Murajaah: Ustadz Ammi Nur Baits
Wednesday, May 15, 2013
Sebuah Tanda Cinta…Bagi Wanita Perindu Firdaus-Nya #1
Aku
ingin memberimu sesuatu, sebagai tanda cinta kasih dariku untukmu…Maaf jika kau
kecewa, karena ini bukanlah cinderamata berharga yang bisa kau taksir harganya.
Pun bukan makanan lezat yang bisa kau cicip rasanya. Ini hanyalah untaian kata,
kuharap kau bisa mengenangnya sepanjang masa.
Kau…yang
membalut badanmu dengan pakaian takwa.. Tertatih berdiri kau di atas kebenaran
yang nyata. Tutuplah telingamu dari para pencela, tak perlu kau gubris sinis
lisan berkata. Campakkanlah ke dinding buah bibir mereka. Ahh memasukkannya
dalam hatimu hanya buat sesak dadamu saja. Percayalah…terus memikirkannya
dengan hati yang berduka, tidak akan berfaidah apapun jua.
Janganlah
terlarut dalam duka…ketika lisan dan perbuatan mereka menggoreskan luka.
Bersabarlah dengan sabar yang sesungguhnya…maka kau jua yang kan tuai hasilnya.
Mungkin tidak di dunia kau bisa lihat buahnya, namun di akhirat nanti
kesabaranmu menggunung pahala insyaallah. Sikapilah
saja dengan santun perbuatan, hikmah penjelasan, lembut perkataan, bijaksana,
dan hati yang berlapang dada. Barangkali mereka hanya belum tahu ilmunya.
Berpegang teguh pada sunnah merupakan hal yang asing
keberadaannya…mudah-mudahan kita termasuk menjadi bagian al
ghuraba….
Ibnu
Qayyim Al-Jauziyyah berkata, ” Sabar adalah menahan jiwa dari berkeluh kesah
dan marah, menahan lisan dari mengeluh, serta menahan anggota badan dari
berbuattasywisy (yang tidak lurus). Sabar ada 3
jenis, sabar dalam berbuat ketaatan kepada Allah, sabar dari melakukan maksiat,
dan sabar tehadap ujian Allah.”(Madarijussalikin)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dia berkata, Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallambersabda,
“Islam
muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka
beruntunglah al ghuraba (orang-orang yang terasingkan itu).” (HR. Muslim no. 208)
Di dalam riwayat lain disebutkan
“Ada
yang bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah al ghuraba (orang yang asing) itu?” Beliau
menjawab, “Orang-orang yang berbuat baik jika
manusia telah rusak.” (HR.
Ahmad dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih
wa Dha’if Al-Jami’ no.
7368)
Tak usah kau tunjukkan pada dunia, atau kau tarik tiap pandangan
mata…seolah kau berkata,“Inilah aku yang sedang berduka.” Tegarkan sosokmu di
tengah badai ujian yang melanda! Kuatkan hatimu dengan tameng keimanan yang
membaja! Jadilah mukminah yang kuat imannya!
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Mukmin
yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah dari pada mukmin yang lemah,
dan masing-masing mereka ada kebaikannya. Bersemangatlah untuk melakukan apa
yang bermanfaat buatmu, minta tolonglah kepada Allah dan jangan
bermalas-malasan. Jika kamu ditimpa oleh sesuatu musibah, janganlah kamu
mengatakan, ‘Kalaulah saya melakukan (demikian dan demikian), niscaya terjadi
demikan dan demikian.’ Akan tetapi katakanlah, ‘Semuanya telah ditaqdirkan oleh
Allah dan Allah berbuat sesuai dengan kehendak-Nya.’ Karena kata ‘seandainya’
akan membuka pintu setan” (HR.Muslim)
Apakah kiranya hanya kau yang diuji sedemikian rupa?? Tidak! Telah
berlalu ujian yang lebih hebat dan dahsyat, yang dialami para mukminah
penggenggam panas bara. Kau tahu…menggenggam bara api menyala itu panas
rasanya. Itulah cerminan betapa sukarnya bertahan meniti kebenaran di atas
jalan yang diridhai-Nya.
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,
“Apakah
manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, ‘Kami telah
beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi?” (Qs. Al-’Ankabut: 2)
“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal
belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu, dan belum nyata
orang-orang yang sabar?”(Qs. Ali Imran: 142)
“Apakah
kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga padahal belum datang kepadamu (cobaan)
sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa
oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam
cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang beriman yang bersamanya,
‘Kapankah datangnya pertolongan Allah?’Ketahuilah, sesungguhnya pertolongan
Allah itu amatlah dekat.” (Qs.
Al-Baqarah: 214)
“Dan
sesungguhnya Kami benar-benar akan mengujimu agar Kami mengetahui orang-orang
yang berjihad dan yang bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan (baik
buruknya) hal ihwalmu” (Qs.
Muhammad: 31)
Ketahuilah bahwa diantara hikmah adanya ujian, adalah sebagai
pengangkat derajatmu dan penggugur dosa.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda,
“Tidaklah rasa lelah, rasa sakit (yang terus menerus),
kekhawatiran, rasa sedih, gangguan, kesusahan yang menimpa seorang muslim
sampai duri yang menusuknya kecuali Allah akan menghapus dosa-dosanya dengan
musibah tersebut.” (HR.
Bukhari no.5641, Muslim no.1792)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Ujian
itu akan selalu menimpa seorang hamba sampai Allah membiarkannya berjalan di
atas bumi dengan tidak memiliki dosa.” (HR. An-Nasa’i di As-Sunan Al-Kubra no7482
dan Ibnu Majah no.4523)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Jika ada sebuah duri
mengenai seorang mukmin atau musibah yang lebih besar dari itu maka Allah akan
mengangkat derajatnya atau menggugurkan dosanya, dengan sebab musibah itu.” (HR. Muslim no.6507 )
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Jika
Allah menginginkan kebaikan kepada seseorang, Allah akan memberinya cobaan”(HR.
Bukhari no.5645)
Ujian demi ujian pasti kan menghadangmu di luar sana. Tetaplah
tegak bertahan! Jangan tumbang hati dan ragamu karenanya! Tunggulah, suatu saat
nanti kan tiba, ketika kesukaran itu menjadi manis akhirnya.
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,
“Karena
sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah
kesulitan itu ada kemudahan.” (Qs.
Al-Insyirah: 5-6)
“Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.” (Qs. Ath-Thalaq: 7)
Ingatlah…bahwa Allah tidak akan menguji di luar kesanggupan
seorang hamba. Kau tahu apa maksudnya? Jika Allah mengujimu dengan cobaan yang
tak kau suka, Dia mengerti bahwa kau sanggup mengampunya. Kini yang harus kau
pikir justru bagaimana cara “lulus” dengan hasil memuaskan atas ujian-Nya.
Maka, kunci jawaban ujian itu terletak dalam sabar, doa, tawakkal, dan ridha
atas takdir-Nya.
muslimah.or.id
penulis: Fatihdaya Khairani
Murajaah: Ustadz Ammi Nur Baits
penulis: Fatihdaya Khairani
Murajaah: Ustadz Ammi Nur Baits
Saturday, May 11, 2013
Manfaat Antioksidan
Antioksidan bekerja di dalam setiap sel tubuh manusia. Tidak ada masalah kesehatan yang tidak merespon antioksidan. Banyak manfaat antioksidan yang telah dilaporkan banyak orang namun belum semua orang tahu. Apa saja sih manfaatnya itu? Yuk, kita simak uraian di bawah.
Itu beberapa dari manfaat antioksidan yang memberikan dampak pada beberapa bagian tubuh saja. Penelitian lebih lanjut menyebutkan bahwa antioksidan melindungi kita dari tekanan oksidatif yang menjadi penyebab utama munculnya penyakit degenerative.
Antioksidan itu memberi banyak manfaat untuk tubuh, seperti :
- Meningkatkan energi
- Menguatkan kekebalan tubuh
- Menghadang batuk dan pilek
- Membuat kulit tampak lebih muda dan lembap
- Mencegah alergi
- Meningkatkan sirkulasi darah
- Menurunkan berat tubuh
- Menurunkan tekanan darah
- Meningkatkan kualitas tidur
- Membuat ingatan lebih baik dan konsentrasi bertambah tinggi
Bagi banyak orang, penyakit degeneratif atau penyakit usia tua seperti jantung, kanker, arthritis, Alzheimer, dan lain-lain merupakan bagian tak terpisahkan dari usia tua. Namun ada penyakit yang bisa dicegah dengan meningkatkan kadar antioksidan yang terdapat dalam makanan yang dikonsumsi.
Antioksidan terbukti telah menunjukkan penurunan signifikan pada risiko semua penyakit degeneratif yang disebutkan di atas tadi. Jika Anda memakan makanan kaya akan antioksidan dan mengonsumsi suplemen antioksidan maka kita akan terhindar menjadi salah satu penderita penyakit-penyakit tadi.
Sekarang, banyak bukti yang menunjukkan bahwa nutrisi kaya akan antioksidan melindungi manusia dari kerusakan oksidatif yang menjadi penyebab utama pada banyak penyakit mengerikan di usia tua.
Salah satu cara mendapatkan antioksidan yang cukup untuk tubuh adalah dengan mengkonsumsi makanan yang kaya akan antioksidan seperti brokoli, papaya, bawang putih, kacang kedelai, tomat, semangka, bayam, wortel juga avokad. Semua jenis makanan ini adalah yang sering dan mudah ditemui sehari-hari. Maka tidak akan sulit bagi kita untuk mendapatkan banyak antioksidan jika kita memang mau memakan jenis makanan tadi.
Ya, manfaat antioksidan memang sangat banyak, terutama ketika kita tua nanti. Maka banyaklah makan makanan kaya antioksidan sebagai tabungan kesehatan kita di masa tua nanti. Semangat.
Subscribe to:
Posts (Atom)




